Connect with Social Media
Lolak Hujan Sedang, Suhu 23 - 31 , Angin 15 (km/jam) Barat | Tondano Hujan Ringan, Suhu 20 - 29 , Angin 15 (km/jam) Barat | Tahuna Hujan Ringan, Suhu 24 - 32 , Angin 18 (km/jam) Barat Laut | Melongguane Berawan, Suhu 23 - 33 , Angin 18 (km/jam) Barat Laut | Amurang Hujan Sedang, Suhu 23 - 31 , Angin 15 (km/jam) Barat | Air Madidi Hujan Ringan, Suhu 22 - 31 , Angin 15 (km/jam) Barat | Ratahan Hujan Ringan, Suhu 22 - 31 , Angin 15 (km/jam) Barat | Boroko Hujan Sedang, Suhu 23 - 31 , Angin 15 (km/jam) Barat | Ondong Siau Berawan, Suhu 23 - 32 , Angin 18 (km/jam) Barat Laut | Manado Hujan Ringan, Suhu 23 - 32 , Angin 15 (km/jam) Barat Laut | Bitung Hujan Ringan, Suhu 24 - 33 , Angin 15 (km/jam) Barat | Tomohon Hujan Ringan, Suhu 19 - 29 , Angin 15 (km/jam) Barat | Kotamobagu Hujan Sedang, Suhu 22 - 31 , Angin 15 (km/jam) Barat |

Banjir Tol Jakarta-Merak Harus Segera Ditangani

Jan 13, 2013 at 10:25:01 • View 411

Jakarta - Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PPP, Arwani Thomafi menilai banjir yang terjadi di tol Jakarta-Merak diakibatkan kareba tata kelola sumber air yang kurang baik. Kondisi itu diperparan dengan cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini.

"Banjir yang terjadi di Serang yang mengakibatkan terputusnya Tol Jakarta-Merak merupakan hulu dari sebuah masalah tata kelola sumber daya air yang diperparah oleh faktor cuaca ekstrim. Sudah menjadi tanggungjawab pemerintah dalam hal ini dipimpin BNPB untuk melakukan tanggap darurat terhadap bencana yang terjadi," ujar Arwani kepada Sabtu (12/1/2013).

Menurutnya, atas bencana tersebut, pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) harus melakukan evaluasi atas kondisi tata kelola air di Indonesia. Pasalnya jika hal ini tidak ditanggapi secara serius bukan tidak mungkin kondisi serupa akan terjadi beberapa fasilitas umum lainnya.

"Cuaca ektrim bukan satu-satunya faktor banjir diberbagai daerah di Indonesia. Jika Pemerintah dapat melakukan antisipasi yang baik, hal ini dapat diminimalisir," imbuhnya.

Arwani menjelaskan, salah satu solusi yang bisa dilakukan oleh pemetrintah yakni melakukan revitalisasi situ, rawa, bendungan dan normalisasi sungai besar dan daerah tangkapan air akan sangat membantu meminimalisir terjadinya banjir.

Khusus yang terjadi di Serang, karena memutus tol Jakarta- Merak yang merupakan jalur distribusi primer pulau Jawa-Sumatra, perlu penanganan darurat yang cepat. Seban semakin lama penanganan, akan memperbesar pengaruh ketergangguan jalur distribusi barang yang pada urutan berikutnya mengganggu perekonomian nasional.

"Saya melihat 3 hari terakhir ini belum ada aksi nyata oleh pemerintah untuk mengurai persoalan di tol Jakarta-Merak tersebut. Padahal kerugian ekonomi dipastikan banyak. Belum lagi aktivitas sosial masyarakat di Banten-Jakarta yang mengandalkan jalur tol jelas dirugikan," tandasnya.[jat]



Sumber

Nasional