Connect with Social Media
Lolak Berawan, Suhu 23 - 32 , Angin 18 (km/jam) Barat | Tondano Berawan, Suhu 21 - 29 , Angin 18 (km/jam) Barat | Tahuna Berawan, Suhu 24 - 33 , Angin 30 (km/jam) Barat | Melongguane Berawan, Suhu 23 - 32 , Angin 30 (km/jam) Barat | Amurang Berawan, Suhu 23 - 32 , Angin 18 (km/jam) Barat | Air Madidi Berawan, Suhu 24 - 31 , Angin 20 (km/jam) Barat | Ratahan Berawan, Suhu 22 - 30 , Angin 18 (km/jam) Barat | Boroko Berawan, Suhu 23 - 32 , Angin 18 (km/jam) Barat | Ondong Siau Berawan, Suhu 23 - 33 , Angin 30 (km/jam) Barat | Manado Berawan, Suhu 24 - 31 , Angin 18 (km/jam) Barat | Bitung Berawan, Suhu 26 - 32 , Angin 20 (km/jam) Barat | Tomohon Berawan, Suhu 21 - 28 , Angin 18 (km/jam) Barat | Kotamobagu Berawan, Suhu 23 - 31 , Angin 18 (km/jam) Barat |

Banjir Tol Jakarta-Merak Harus Segera Ditangani

Jan 13, 2013 at 10:25:01 • View 410

Jakarta - Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PPP, Arwani Thomafi menilai banjir yang terjadi di tol Jakarta-Merak diakibatkan kareba tata kelola sumber air yang kurang baik. Kondisi itu diperparan dengan cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini.

"Banjir yang terjadi di Serang yang mengakibatkan terputusnya Tol Jakarta-Merak merupakan hulu dari sebuah masalah tata kelola sumber daya air yang diperparah oleh faktor cuaca ekstrim. Sudah menjadi tanggungjawab pemerintah dalam hal ini dipimpin BNPB untuk melakukan tanggap darurat terhadap bencana yang terjadi," ujar Arwani kepada Sabtu (12/1/2013).

Menurutnya, atas bencana tersebut, pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) harus melakukan evaluasi atas kondisi tata kelola air di Indonesia. Pasalnya jika hal ini tidak ditanggapi secara serius bukan tidak mungkin kondisi serupa akan terjadi beberapa fasilitas umum lainnya.

"Cuaca ektrim bukan satu-satunya faktor banjir diberbagai daerah di Indonesia. Jika Pemerintah dapat melakukan antisipasi yang baik, hal ini dapat diminimalisir," imbuhnya.

Arwani menjelaskan, salah satu solusi yang bisa dilakukan oleh pemetrintah yakni melakukan revitalisasi situ, rawa, bendungan dan normalisasi sungai besar dan daerah tangkapan air akan sangat membantu meminimalisir terjadinya banjir.

Khusus yang terjadi di Serang, karena memutus tol Jakarta- Merak yang merupakan jalur distribusi primer pulau Jawa-Sumatra, perlu penanganan darurat yang cepat. Seban semakin lama penanganan, akan memperbesar pengaruh ketergangguan jalur distribusi barang yang pada urutan berikutnya mengganggu perekonomian nasional.

"Saya melihat 3 hari terakhir ini belum ada aksi nyata oleh pemerintah untuk mengurai persoalan di tol Jakarta-Merak tersebut. Padahal kerugian ekonomi dipastikan banyak. Belum lagi aktivitas sosial masyarakat di Banten-Jakarta yang mengandalkan jalur tol jelas dirugikan," tandasnya.[jat]



Sumber

Nasional