Nasional | February 14, 2018 at 01:10 AM post by Mimsy (view 155)

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku prihatin atas kekerasan yang menimpa para pemuka agama di sejumlah daerah dalam 2 pekan terakhir. Dia meminta pemerintah segera mengambil tindakan untuk memulihkan dan menjamin keamanan bagi semua pihak termasuk para pemuka agama.

"Kita benar-benar mengimbau pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk benar-benar memulihkan keamanan, menjamin keamanan semua pihak," katanya saat menghadiri Rakornas Tahun 2018 Pengurus Pusat Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Gerindra di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Selasa (13/2).

Prabowo mengimbau semua pihak untuk lebih waspada terhadap segala upaya pihak tertentu yang ingin menciptakan kekisruhan. Semua pihak juga diminta menahan diri agar tidak terpancing oleh gerakan-gerakan yang berpotensi memecah belah bangsa.

Mantan Danjen Kopassus ini meyakinkan bahwa semua agama mengajarkan soal perdamaian, toleransi dan sikap saling menghormati antar sesama warga negara.

"Kita harus waspada adanya unsur-unsur yang ingin menimbulkan kekisruhan di masyarakat kita, saling curiga, menebarkan perpecahan dan ini yang harus kita waspada," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi penyerangan terhadap tokoh agama terjadi sejak akhir Januari lalu. Tercatat ada 3 aksi penyerangan terhadap pemuka agama.

Aksi pertama terjadi di Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung. Saat itu, yang menjadi korban adalah Pimpinan Ponpes KH Umar Basri (Mama Santiong). KH Umar dianiaya usai Shalat Subuh di masjid.

Peristiwa kedua terjadi pada Komando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto. Ustaz Prawoto meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat dianiaya seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa pada Kamis (2/1) pagi.

Kemarin, Minggu (11/2), penyerangan terjadi di Gereja Santa Lidwina, Sleman, DIY. Gereja tersebut diserang pria tak dikenal yang mengakibatkan seorang pastor dan sejumlah jemaat mengalami luka-luka. [fik]

Source: www.merdeka.com