Kesehatan | May 25, 2018 at 07:10 AM post by Mimsy (view 1820)

MOLIBAGU - Kepala Badan Kepegawaian Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Arsalan Makalalag menuturkan, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan beban kerja di daerahnya sudah tidak seimbang.

Kalimat tersebut dilontarkan oleh Arsalan sapaan akrabnya, saat TribunManado.co.id menyambangi ruang kerjanya, Kamis (24/5/2018).

"Jumlah ASN di Bolsel sebanyak 1.688 orang, harusnya yang seimbang itu sebanyak 3.000-an," ujarnya.

Kata dia, beban kerja mereka semakin meningkat tatkala moratorium terus berjalan sementara setiap tahunnya ada pegawai yang pensiun dan harus digantikan dengan tenaga yang baru.

"Bayangkan saja dari jumlah tersebut pada bulan Juni sampai Juli ada sekitar 14 orang lagi yang akan pensiun," ujarnya sambari menggelengkan kepala.

Untungnya Bupati Haji Herson Mayulu (H2M), mengambil kebijakan khusus untuk menambah tenaga honorer membantu meringankan beban kerja para ASN.

"Sangat kurang makanya kita isi dengan tenaga honor sekitar 1200 orang," ujarnya.

Diharapkan usulan yang disampaikan sebanyak 648 orang kuota Calon ASN, dikabulkan oleh Kementrian dan tidak ada upaya untuk mengurangi jumlah tersebut.

Mengingat sampai saat ini untuk memaksimalkan kinerja ASN pihaknya juga harus menekan dengan berbagai aturan kedisiplinan termasuk inspeksi mendadak (sidak).

"Sebenarnya kalau mau ikut mau, yang kita usulkan itu jumlahnya sangat minim," ujarnya.

Ditambahkan olehnya, bahwa pihaknya benar-benar sangat membutuhkan tenaga ASN yang baru. Apalagi Bolsel sebagai daerah yang baru sangat membutuhkan tenaga ini. (Tribunmanado.co.id/Felix Tendeken)

Source: manado.tribunnews.com