Kesehatan | May 25, 2018 at 07:10 AM post by Mimsy (view 1856)

WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk memangkas pendanaan yang diberikan kepada dua badan PBB dan organisasi pengawas senjata kimia, OPCW, setelah Palestina menyatakan bergabung dengan badan dan organisasi tersebut.

Mengutip dari AFP, Kamis (24/5/2018), Palestina telah bergabung dengan organisasi pengembangan perdagangan PBB (UNCTAD) dan badan pembangunan industri (UNIDO), serta dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

Langkah yang diambil Palestina tersebut bertujuan untuk meningkatkan profil internasional mereka.

Kebijakan legislasi AS melarang pemerintahannya mendanai badan-badan PBB atau organisasi internasional yang memberi keanggotaan kepada Palestina, yang masih berstatus negara pengamat non-anggota di PBB.

Baca: Gaza Membara Lagi: Tentara Israel Tembak Mati 52 Warga Palestina, Ribuan Orang Luka-luka

"Sudah menjadi posisi tetap Amerika Serikat bahwa upaya Palestina untuk bergabung dengan organisasi internasional adalah prematur dan kontraproduktif," kata seorang pejabat AS.

"Kami akan meninjau ulang penerapan pembatasan legislatif AS terkait keanggotaan Palestina di lembaga dan organisasi PBB tertentu," tambah dia.

Langkah yang diambil Palestina dengan bergabung lembaga PBB menyusul pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sementara Palestina ingin menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan negaranya.

Sebelumnya, Koordinator PBB untuk Timur tengah, Nickolay Mladenov mengatakan kepada Dewan Keamanan, bergabungnya Palestina dengan UNCTAD, UNIDO dan OPCW sejak pekan lalu.

OPCW dan UNCTAD mengandalkan kontribusi sukarela dari negara-negara anggota PBB dalam mendanai kegiatan dan operasional rutinnya.

Sebelumnya, AS telah memangkas pendanaannya untuk badan pengungsi PBB, UNRWA dan organisasi pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO.

Demo di Gaza Jumat waktu setempat Sabtu Wita
Demo di Gaza Jumat waktu setempat Sabtu Wita (Aljazeera.com)

PBB Peringatkan Protes Gaza Bisa Jadi Perang Baru

PBB telah memperingatkan adanya kemungkinan aksi protes oleh warga Palestina di Jalur Gaza yang terus diwarnai bentrokan dengan militer Israel dapat berubah menjadi perang lain antara kedua negara.

Utusan tinggi PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov mengatakan, situasi di Gaza seperti sebuah "tong mesiu" yang dapat meledak sewaktu-waktu dan mendesak komunitas internasional untuk melakukan segala cara demi mencegah terjadinya perang lain antara Israel dengan Palestina.

Protes yang dilakukan warga Palestina yang tidak bersenjata di sepanjang perbatasan Gaza telah memasuki pekan kelima sejak dimulai pada 30 Maret lalu.


Aksi protes yang menuntut hak para pengungsi untuk kembali ke tanah kelahiran mereka di Yerusalem serta memprotes blokade terhadap Gaza itu kerap berujung bentrokan dengan pasukan Israel yang menggunakan peluru aktif.

Sedikitnya sudah 41 orang warga Palestina yang tewas dan ribuan lainnya luka-luka oleh peluru yang ditembakkan pasukan Israel.

"Luka lama terus berdarah dan semakin dalam selama kita berbicara, meningkatkan potensi pecahnya perang lain," kata Mladenov kepada Dewan Keamanan PBB, Kamis (26/4/2018).

Dia menambahkan, pihaknya telah terlibat secara intensif dengan semua pihak yang berperan untuk mengurangi risiko terjadinya gesekan.

"Israel harus dapat menyesuaikan penggunaan kekuatannya dan meminimalisir penggunaan peluru tajam. Tindakan mematikan harus digunakan sebagai upaya terakhir," kata Mladenov.

"Sementara Hamas dan para pemimpin demonstrasi harus menjauhkan para demonstran dari pagar Gaza untuk mencegah semua tindak kekerasan atau provokasi," tambahnya dilansir dari The New Arab.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour menuduh militer Israel sengaja menargetkan warga sipil di Gaza, menyebut tindakan mereka sebagai terorisme.


Sebaliknya, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon menuduh Hamas telah mengatur provokasi dan konfrontasi di sepanjang pagar perbatasan dan sengaja menggunakan perempuan dan anak-anak sebagai tameng. *

Artikel ini telah dimuat di kompas.com dengan judul: AS Pertimbangkan Pangkas Dana Dua Badan PBB yang Terima Palestina Jadi Anggota

Source: manado.tribunnews.com