Nasional | October 13, 2017 at 12:10 AM post by Mimsy (view 70)

Merdeka.com - Setelah tumpahan 50 ton minyak sawit akhir September lalu, pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat kembali tercemar. Kali ini, giliran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar tumpah di dermaga 6 Teluk Bayur.

Tumpahan solar tersebut hanya terjadi di kawasan tepian dermaga, tidak sampai menutup permukaan laut dengan jumlah banyak. Namun, sampai hari ini, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur masih menelusuri insiden tersebut.

Kepala KSOP Teluk Bayur, Yus K Usmany membenarkan adanya insiden tumpahan solar itu. Dilansir dari BPH Migas, High Speed Diesel (HSD) merupakan BBM jenis solar yang memiliki angka performa cetane number 45. Jenis BBM ini umumnya digunakan untuk mesin transportasi, mesin diesel, dan mesin industri.

Menurut Yus, informasi tumpahan pertama kali dilaporkan pada hari Kamis (12/10) sekitar pukul 03.15 Wib.

"Tim KSOP langsung bergerak setelah dapat laporan. Tapi kita belum bisa memastikan apakah tumpahan itu berasal dari kapal atau dari oknum yang membuang limbah solar ke laut," terang Yus di Padang, Kamis, (10/10).

"Dan lagi, tidak ada kapal yang bocor. Besar kemungkinan, ada oknum yang buang (air) ballast atau buang air got. Tapi, kami belum tahu, ini baru akan kami investigasi," sambungnya.

Meski tumpahan tidak banyak, sesuai aturan yang berlaku, pihak KSOP mengaku akan tetap melakukan investigasi. Sebab, tumpahan tersebut telah menunjukkan adanya indikasi pencemaran.

"Luasannya kami belum tahu. Dampaknya jelas terjadi pencemaran di laut. Kami koordinasi untuk melakukan investigasi," ujar dia.

Menurut Yus, pembuangan air ballast harus mengikuti aturan dalam Ballast Water Management (BWM). Hal ini untuk menghindari adanya pencemaran lingkungan dari air ballast yang dibuang. [dan]

Source: www.merdeka.com