Nasional | October 13, 2017 at 01:10 AM post by Mimsy (view 136)

Merdeka.com - Pemerintah pusat akan menyerahkan hibah sebuah rumah di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 70, RT 01 RW V, Kelurahan Sondakan, Laweyan, kepada Pemkot Solo. Bangunan serta pekarangan seluas 3.077 meter persegi bergaya Jawa-Eropa itu, milik mantan Kepala Korlantas Polri, Irjen Djoko Susilo.

Rumah itu sejak Februari 2013 lalu menjadi sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Djoko Susilo diketahui terjerat kasus korupsi pengadaan simulator Surat Izin Mengemudi (SIM).

Prosesi penyerahan akan dihadiri KPK, Gubernur Jawa Tengah, dan Kementerian terkait, Selasa 17 Oktober 2017 pekan depan dengan penandatanganan berita acara.

Kabid Aset Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah BPPKAD) Solo, Sugiyatno mengatakan, hibah salah satu aset milik Djoko Susilo tersebut telah disetujui Kementerian Keuangan dan Presiden Joko Widodo untuk dihibahkan ke Pemkot. Sesuai harga taksiran, aset sitaan KPK tersebut bernilai Rp 48 miliar.

"Kondisinya masih sangat bagus dan terawat dengan baik. Ini sedang dibersihkan di bagian pagar untuk dicat," ujar dia, Kamis (12/10).

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengemukakan rumah yang disegel KPK pada Kamis, 14 Februari 2013 tersebut, akan dimanfaatkan menjadi museum batik. Rumah menghadap ke timur dengan pagar tembok setinggi 3 meter tersebut memang merupakan bangunan kuno yang masuk sebagai bangunan cagar budaya, jadi harus diselamatkan.

"Kami berencana menyulap bangunan tersebut menjadi museum batik."

Menurut Rudyatmo rencana alih kelola tanah dan bangunan bekas milik Djoko Susilo sebagai upaya Pemkot mengamankan bangunan. Pemkot akan mengalokasikan anggaran untuk perawatan dan pemeliharaan bangunan tersebut meski Rudy mengakui butuh anggaran besar untuk pemeliharaan bangunan cagar budaya. Baginya, yang terpenting bukan pada persoalan anggaran pemeliharaan tapi bagaimana upaya Pemkot menyelamatkan bangunan cagar budaya.

"Jadi kalau masalah anggaran nanti bisa lah disiapkan. Yang penting itu kan bangunan itu terawat dan tidak mangkrak," pungkasnya.

Sebelum rumah mantan Kakorlantas, rumah terpidana kasus suap impor daging sapi, Luthfi Hasan Ishaaq secara resmi dilelang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rumah dengan luas tanah kurang lebih 441 meter persegi itu dibuka dari harga Rp 2,9 miliar.

Pejabat bidang penjual di KPK, Leo Sukoto Manalu mengatakan, dalam proses lelang rumah tersebut peserta diharuskan menyetor uang jaminan sebesar Rp 600 juta, Kamis pekan depan.

"Untuk harga di Rp 2,965 miliar, uang jaminan Rp 600 juta, paling lama hari Kamis jam 24.00 WIB. Lelang ini berdasarkan keputusan MA no 11 Tapidsus 2014 dalam perkara atas nama LHI mantan ketua presiden PKS," ujar Leo di kediaman rumah rampasan Luthfi di Kebagusan Dalam, Jakarta Selatan, Selasa (10/10). [gil]

Source: www.merdeka.com