Manca Negara | October 13, 2017 at 01:10 AM post by Mimsy (view 98)

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai undang-undang federal yang melarang pebisnis AS menyuap pejabat di luar negeri adalah hukum yang tidak adil. Hal itu dia ungkapkan saat menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson di Ruang Oval, Gedung Putih.

"Pada Februari lalu, beberapa minggu setelah Tillerson diangkat oleh Senat, dia mendatangi Ruang Oval untuk memperkenalkan diri kepada presiden dan wakilnya secara resmi. Kemudian Trump mengungkapkan hal yang mengganggu pikirannya," tulis jurnalis AS Dexter Filkins, dikutip dari Haaretz, Rabu (11/10).

"Baginya, hukum federal yang melarang pebisnis AS menyuap pejabat di luar negeri demi bisnis adalah hal yang tidak adil," lanjutnya.

Keluhan yang disampaikan oleh Trump itu jelas mendapat tentangan dari Tillerson, yang dikenal dengan sikap tegasnya.

"Tillerson tidak setuju dengan itu. Dia menimpali Trump bahwa Amerika tidak perlu membayar suap karena mereka bisa membawa dunia mengikuti standar negaranya sendiri," kata sumber lain.

Sebagai pebisnis asal Texas sekaligus mantan pemimpin Exxon Mobil, Tillerson tidak pernah menganggap dirinya sebagai diplomat. Namun Trump meyakinkannya untuk menjadi salah satu orang terkuat di AS.

Namun saat menduduki jabatan tersebut, Tillerson berusaha untuk mengemban peran sebagai menlu sebaik-baiknya. Tak jarang dia mengkritik atasannya yang terbilang masih labil.

Kini Trump malah mencabut semua dukungannya untuk Tillerson dan melemahkan usaha Tillerson dalam membangun diplomasi untuk menyelesaikan perselisihan dan membuatnya jadi tidak efektif.

"Tillerson diharuskan menghadapi dunia yang tidak stabil dengan presiden yang sama tidak stabilnya. Usaha terbaiknya untuk memecahkan masalah malah dianggap remeh," tulis Filkins. [pan]

Source: www.merdeka.com