Manca Negara | October 13, 2017 at 02:10 AM post by Mimsy (view 105)

Merdeka.com - Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy kemarin memberi waktu pemerintah Catalan selama lima hari untuk membatalkan deklarasi kemerdekaan. Jika dilanggar maka pemerintah Spanyol akan mencabut otonomi khusus Catalonia dan mengambil alih pemerintahan secara langsung.

Langkah ini bisa memperdalam perselisihan antara Madrid dengan kawasan wilayah timur laut Spanyol itu. Peristiwa ini juga menandakan jalan krisis politik terbesar di Spanyol sejak kudeta militer yang gagal pada 1981.

Rajoy mungkin akan menggelar pemilihan awal di Catalonia setelah Pasal 155 Konstitusi mengizinkan dia memecat pemerintah daerah Catalan.

"Pasal 155 belum pernah diterapkan sebelumnya, dan jangka waktunya juga tidak jelas. Namun dari pertimbangan waktu, semua prosedur itu bisa rampung dalam lima hari," kata Rajoy dalam pidato yang disiarkan televisi usai rapat kabinet di Madrid kemarin.

Pemimpin Catalan Carles Puigdemont menyampaikan deklarasi kemerdekaan simbolis dari Spanyol pada Selasa malam (10/10). Namun kemudian segera membatalkannya dan meminta perundingan dengan pemerintah Madrid.

"Kabinet pagi ini telah setuju untuk secara resmi meminta konfirmasi pemerintah Catalan apakah mereka telah mendeklarasikan kemerdekaan atau belum," kata Rajoy, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (11/10).

Kemudian Rajoy mengatakan kepada dewan perwakilan Spanyol, pemerintah Catalan memiliki waktu sampai Senin, 16 Oktober pukul 08.00 waktu setempat untuk menjawab.

Jika Puigdemont ternyata memastikan telah mendeklarasikan kemerdekaan, maka dia akan diberi tiga hari tambahan untuk membatalkannya, sampai Kamis, 19 Oktober pukul 08.00 waktu setempat. Jika dilanggar maka dia akan dikenakan Pasal 155 tadi.

Pengamat mengatakan belum jelas apakah pemerintah Catalan akan menjawab permintaan Madrid itu, kini situasinya masih teka-teki.

Jika Puigdemont mengatakan telah memproklamirkan kemerdekaan, maka pemerintah akan turun tangan. Jika dia mengatakan tidak mendeklarasikan kemerdekaan maka partai sayap kiri CUP mungkin akan menarik dukungannya.

"Rajoy memiliki dua pilihan: jika Puigdemont masih belum jelas, gerakan pro kemerdekaan akan semakin terpecah. Jika Puigdemont tetap mempertahankan kemerdekaan, maka Rajoy akan dapat menerapkan pasal 155," kata Antonio Barroso, Wakil Direktur Firma Riset Teneo Intelligence yang berbasis di London.

"Bagaimanapun juga, tujuan Rajoy adalah mengembalikan kekuasaan hukum di Catalonia dan ini bisa memicu pemilihan awal di wilayah itu," tambah Antonio. [pan]

Source: www.merdeka.com