Manca Negara | November 14, 2017 at 07:10 PM post by Mimsy (view 118)

Merdeka.com - Ketegangan menjelang ajang pemilihan presiden Zimbabwe semakin meningkat. Kini panglima angkatan darat negara itu mengancam bakal melakukan kudeta jika presiden petahana, Robert Mugabe, terus menyingkirkan lawan politiknya.

Ancaman itu dilontarkan oleh Panglima Angkatan Darat Zimbabwe, Jenderal Constantino Chiwenga. Dalam jumpa pers ditemani oleh 90 perwira, Chiwenga tidak terima dengan hasrat Mugabe menyingkirkan lawan politiknya, termasuk Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa, demi memberikan jalan bagi istrinya, Grace, menggantikan kedudukannya. Padahal, Mnangagwa dahulunya merupakan pejuang kemerdekaan bersama-sama dengan Mugabe. Keduanya juga anggota partai penguasa, Zanu-PF.

"Pembersihan yang sedang berlangsung terhadap anggota partai yang merupakan pejuang harus segera dihentikan," kata Chiwenga dalam jumpa pers di markas Angkatan Darat Zimbabwe, seperti dilansir dari laman BBC, Selasa (14/11).

Chiwenga menuding perseteruan antara elit politik di Zimbabwe malah membikin situasi semakin sulit. Akibatnya, lanjut dia, proses pembangunan di negara itu selama lima tahun terakhir berantakan. Ditambah lagi dengan krisis ekonomi membikin kelangkaan uang tunai dan memicu inflasi tidak terkendali.

"Bagi mereka-mereka yang berada di balik tindakan berbahaya ini, kami tidak segan bertindak kalau dirasa sudah mengancam revolusi," ujar Chiwenga.

Mnangagwa kabarnya saat ini sudah berada di luar negeri. Sebelum dipecat dari posisi wakil presiden, mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan Dalam Negeri Zimbabwe itu menentang kemauan Mugabe menjagokan Grace buat menjadi presiden, dan mengatakan Partai Zanu-PF bukan milik pribadi dan Mugabe tidak bisa seenaknya memaksakan kehendak. Mugabe kini justru dikabarkan lebih mesra dengan poros politikus muda Zimbabwe, Generasi 40 (G40).

Robert Mugabe adalah salah satu pemimpin negara di Afrika dan dunia paling tua. Usianya kini sudah menginjak 93 tahun. Dia menjabat posisi perdana menteri mulai 1980 hingga 1987, dilanjutkan dengan menduduki jabatan presiden hingga sekarang. Pemungutan suara bakal digelar pada Desember mendatang.

Selama masa kepemimpinannya, Zimbabwe dilanda kemiskinan dan dibelit korupsi. Mugabe memecat Mnangagwa dengan dalih berencana mengguna-guna dia melalui seorang dukun supaya bisa naik menjadi presiden. Namun, kini Emmerson berbalik dan mulai menggalang dukungan politik buat melawan Grace.

Agustus lalu, Grace pernah menganiaya seorang model asal Afrika Selatan, Gabriella Engels. Dia tidak suka perempuan muda itu diajak berpesta oleh kedua anaknya, Robert Peter Mugabe Jr., dan Chatunga Bellarmine Mugabe. Namun, Grace lolos dari hukuman karena pemerintah Afrika Selatan memberikannya kekebalan diplomatik.

Kedua anak Grace sebelumnya tinggal di rumah mewah sewaan di Dubai. Namun, mereka pindah karena doyan mabuk-mabukan dan menggunakan narkoba.

Lalu mereka dipindahkan ke Johannesburg kuliah. Namun, keduanya malah dikenal gemar berpesta di sejumlah kelab malam setempat. Mereka sering menghamburkan duit demi menenggak sampanye impor. Bahkan mereka diusir dari apartemen mewahnya di Johannesburg karena berkelahi dengan petugas keamanan saat mabuk.

Bukan sekali ini saja Grace menganiaya orang. Pada 2009 lalu, Grace memukul seorang fotografer asal Inggris yang mengambil gambar dia sedang berada di sebuah hotel mewah di Hong Kong.

Grace tadinya adalah sekretaris dan menjadi selingkuhan Robert Mugabe. Mereka mulai dekat pada 1987. Dari hubungan keduanya, Grace melahirkan dua anak. Keduanya kemudian menikah empat tahun setelah istri pertama Robert, Sally Hayfron, mangkat pada 1992. [ary]

Source: www.merdeka.com