Manca Negara | November 14, 2017 at 08:10 PM post by Mimsy (view 123)

Merdeka.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte berjanji akan memperlakukan dua tersangka perdagangan narkoba asal Rusia dengan baik. Duterte akan menahan keduanya di 'rumah yang nyaman' bukan di penjara yang penuh sesak seperti narapidana lain di negaranya.

Hal itu diungkapkan Duterte dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Rusia Dmitri Medvedev di sela-sela KTT ASEAN di Manila.

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa kami memiliki sistem peradilan fungsional yang dijalankan di sini dan mereka akan mendapatkan peradilan yang seadil-adilnya. Mereka juga akan ditahan di rumah yang nyaman," kata Duterte kepada Medvedev dalam sebuah transkip resmi, dikuti dari AFP, Senin (14/11).

"Apakah tuduhan itu benar atau tidak, kami akan tahu nanti. Tapi untuk saat ini saya memastikan mereka akan diperlakukan secara adil dan tidak akan ada tekanan terhadap orang-orang itu," lanjutnya.

Kendati demikian, transkip resmi yang dirilis itu tidak mencantumkan tanggapan Medvedev terhadap pernyataan Duterte.

Dua tahanan yang dimaksud Duterte adalah Yuri Kirdyushkin dan Anastasia Novopashina. Keduanya merupakan warga Rusia yang saat ini masih ditahan di Filipina karena tersandung kasus penyelundupan obat-obatan terlarang.

Dalam laporan yang sebelumnya beredar, dikatakan Kirdyushkin ditangkap oleh otoritas Filipina saat membawa sekitar 10 kilogram kokain di bandara Manila pada 5 Oktober tahun lalu. Sementara Novopashina ditangkap pada November tahun lalu setelah kedapatan membawa hampir 13 kilogram kokain di kopernya.

Sikap yang diambil oleh Duterte terhadap dua tahanan itu berbanding terbalik dengan yang dilakukannya terhadap warga Filipina terlibat narkoba.

Dalam kampanye anti-narkoba yang digalangkannya, sekitar 3.967 orang telah terbunuh atas nama narkoba di mana 2.290 orang yang dibunuh tersebut memang terbukti terlibat dengan penggunaan dan perdagangan narkoba, sementara ribuan lainnya masih belum terbukti.

Berbagai kelompok hak asasi manusia dan kritikus domestik maupun dunia telah mengkritik kampanye Duterte tersebut. Namun dirinya tetap berkeras untuk mengerahkan kebijakannya itu dan justru mengaku senang jika semua pecandu narkoba di Filipina dibantai.

Duterte yang merupakan seorang sosialis disebut-sebut sebagai penggemar Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia juga kerap berterima kasih terhadap negara sekutu lama Amerika Serikat tersebut atas bantuannya dalam memasok senjata api dan lainnya yang digunakan untuk mengalahkan militan Islam di Marawi. [pan]

Source: www.merdeka.com