Sekitar Manado | November 15, 2017 at 02:10 AM post by Mimsy (view 1618)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Yang menyebabkan seorang pria bisa ereksi adalah kelancaran aliran darah. Jadi, jagalah jantung Anda agar berada dalam kondisi prima sehingga ereksi bisa dicapai secara maksimal.

Apapun yang menghambat kerja jantung, seperti kelebihan berat badan atau merokok, juga cenderung berpengaruh pada kemampuan "berdiri" barang Anda.

Testeron adalah faktor kedua yang sangat penting untuk ereksi yang kuat, dan ada beberapa hal tak terduga yang berpengaruh pada produksinya.

Apa sajakah itu? Inilah 8 hal yang bisa mengakibatkan disfungsi ereksi :

1. Kertas Kuintansi

Jenis kertas dan tinta termal yang digunakan pada sebagian besar kuitansi supermarket mengandung kadar bisphenol A (BPA) tingkat tinggi.

Senyawa kimia ini mengakibatkan peningkatan produksi hormon estrogen.

Studi dari Kaiser Permanente menyatakan bahwa tingginya estrogen pada pria mengakibatkan beberapa perubahan hormonal yang membahayakan kualitas ereksi Anda.

Kuitansi ATM, tag bagasi bandara dan tiket lotere semuanya tercetak dalam kertas yang mengandung BPA tinggi.

Selain itu, plastik dan makanan kaleng juga merupakan sumber BPA yang umum dijumpai.

2. Makanan manis

Mengkonsumsi gula, baik dalam sepotong kue atau sekaleng soda, menyebabkan kenaikan kadar glukosa darah Anda, yang merangsang pelepasan hormon insulin.

Penelitian dari Irlandia dan Amerika mengungkapkan bahwa peningkatan insulin menurunkan produksi testeron dan hal ini akan mempengaruhi kualitas ereksi.

Hubungan antara gula, insulin, dan testosteron ini juga menjelaskan mengapa di pagi hari para pria cenderung mengalami ereksi setelah semalaman tidak manyantap makanan.

3. Kurang Tidur

Studi dari University of Chicago menemukan bahwa tidur 5 jam sehari atau kurang dari itu mengakibatkan turunnya produksi testeron hingga 10 persen.

Tidur adalah hal penting bagi produksi testeron.

Penelitian tersebut juga mengungkap fakta bahwa mereka yang tidur kurang dari 8 jam dalam sehari, lebih cenderung mengalami ereksi yang tidak maksimal.

4. Tidur bersama bayi

Studi dari Notre Dame dan Northwestern University mengatakan bahwa tidur di dekat bayi dapat menurunkan produksi testeron sebanyak 7 persen bahkan lebih.

Anda mungkin mengira gangguan tidur adalah penyebabnya. Tapi, bukti menyatakan bahwa pergeseran hormonal yang disebabkan karena menghabiskan malam di samping bayi lah yang memicu penurunan testeron.

5. Kedelai

Studi dari Harvard Medical School menemukan fakta bahwa setiap bahan makanan yang disukai oleh para vegetarian memiliki 'sifat mirip estrogen' yang menurunkan produksi testeron.

Kedelai dalam jumlah sedikit tidak akan membunuh libido Anda.

Tapi, riset tersebut juga menunjukan bahwa diet dengan kedelai-tanpa asupan gizi seimbang-bisa mengakibatkan masalah pada ereksi Anda.

6. Menghabiskan waktu di dalam rumah

Vitamin D berperan penting dalam produksi testeron.

Penelitian dari Jerman dan Austria menyatakan bahwa tidak mendapatkan cukup vitamin D dari paparan sinar matahari atau karena diet, ternyata mampu menurunkan produksi testeron hingga 20 persen bahkan lebih.

Laporan dari Harvard Medical School menyatakan bahwa 15 menit berjemur untuk mendapatkan sinar matahari telah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D sehari-hari.

7. Terlalu Banyak Berlari

Penelitian dari University of British Columbia menemuakn fakta bahwa berlari sebanyak 65 kilometer atau lebih setiap minggu bisa menurunkan level testeron Anda sebesar 17 persen.

Terlalu banyak berlari bisa mengganggu komunikasi antara otak dan kelenjar penghasil hormon, yang mungkin bisa menurunkan kadar testeron para pelari aktif.

Namun berlari dalam porsi yang cukup justru bisa meningkatkan kemampuan seksual Anda. Ini karena para pelari memiliki aliran darah dan kesehatan jantung yang baik.

8. Minuman Keras

Mungkin Anda tidak berharap bahwa alkohol muncul dalam daftar ini. Tapi, studi dari University of Oklahoma menunjukan bahwa beberapa komponen minuman keras -mulai dari hops dalam bir hingga congener dalam wine dan alkohol-memiliki 'zat yang mirip estrogen' dan berpengaruh pada penurunan testeron.

Riset dari University of Wisconsin menyebutkan bahwa konsumsi minuman beralkohol lebih dari dua gelas sehari dapat menurunkan performa kejantanan Anda.

Source: manado.tribunnews.com