Nasional | November 20, 2017 at 12:10 AM post by Mimsy (view 201)

Merdeka.com - Pengacara Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi dilaporkan para pegiat anti korupsi ke KPK. Fredrich dinilai menghalangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang diduga melibatkan kliennya.

Pelaporan ini dikecam sejumlah advokat yang tergabung dalam Aliansi Advokat Nasionalis (AAN). Koalisi Masyarakat Sipil Anti- Korupsi yang terdiri dari YLBHI, Kontras, ICW, LBH Pers, PBHI, Truth, TII, Pemuda Muhammadiyah, dan GAK yang melaporkan Fredrich disebut tak mengerti UU advokat.

Hal ini disampaikan pendiri AAN, Hudson Markiano Hutapea dalam jumpa pers di Hotel Park Cawang, Jakarta Timur, Minggu (19/11).

Hudson mengatakan advokat tak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan profesinya untuk kepentingan pembelaan klien.

"Jadi kami minta semua pihak menghormati profesi daripada advokat," ujarnya.

Menurutnya sangat wajar jika advokat seperti Fredrich mengeluarkan pernyataan untuk membela kliennya. Hal itu menurutnya sah dan dilindungi UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

"Kami tidak melihat parameter yang jelas yang digunakan oleh kelompok yang melaporkan pengacara Setya Novanto. Mereka menyimpulkan sendiri dan kemudian ini kan dikhawatirkan bagaimana meruntuhkan marwah advokat sendiri," jelasnya.

Dia menilai tak ada tindakan Fredrich Yunadi yang keluar dari koridor UU Advokat. "Pada prinsipnya kami menghormati hukum yang dilakukan oleh KPK. Kami meminta KPK supaya profesional dalam bekerja. Tidak main tabrak hukum. Semua harus dihormati bahwa advokat dalam melaksanakan tugasnya juga harus dihormati," ujarnya. [ian]

Source: www.merdeka.com