Nasional | December 07, 2017 at 07:10 PM post by Mimsy (view 62)

Merdeka.com - Pilot senior maskapai Lion Air, Maesa Soemargo, resmi ditahan di sel Mapolres Kupang Kota, setelah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dipastikan menggunakan narkotika jenis sabu, di dalam kamar hotel T-More Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pria kelahiran Jakarta 1968 itu mendekam di bui setelah menjalani pemeriksaan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Kupang Kota.

"Kemarin sudah kita lakukan gelar perkara dan kita sudah kenakan tindakan kepolisian berupa penahanan terhadap yang bersangkutan. Kasusnya sedang kami pemberkasan dan hanya butuh keterangan dari beberapa orang, setelah itu kita tinggal berkas," kata Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C Nugroho, Kamis (7/12).

Anthon menambahkan, pihaknya sedang menunggu kepastian keluarga menunjuk pengacara untuk mendampingi tersangka menjalani hukuman selanjutnya.

"Untuk perkembangannya kami akan memperdalam dari mana asalnya barang itu kami akan lakukan penyelidikan, dan kami akan berkoordinasi dengan instansi kami yang di atas atau Polda," ujarnya.

Terkait pemberitaan soal sang pilot sedang pesta narkoba saat penangkapan, dirinya menegaskan hal itu tidak benar. Sebab saat penggerebekan MS ditemukan sendirian di kamar bersama barang bukti. Sementara beberapa wanita tersebut berbeda kamar dengan MS, hanya ikut diamankan untuk dilakukan tes urin.

"Saksinya yang sudah kami periksa sudah hampir 10 orang ya dari awak kabin. Dan saya mau tegaskan kembali bahwa, terhadap berita yang simpang siur yang dikeluarkan dari luar rilis kami resmi itu beritanya bisa liar, kami tegaskan bahwa awak kabin hasil tes mereka adalah negative, sehingga dipulangkan," tegas Anthon.

Sebelumnya diberitakan, pada Selasa (4/12) malam, pukul 21.05 Wita, pilot maskapai Lion Air Maesa Soemargo ditangkap Satuan Reserse Narkoba sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu di dalam kamar nomor 205, hotel T-More Kupang.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 1 paket sabu sisa pakai dan alat penghisap bong, handphone, serta sebotol minuman keras. Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan undang-undang anti narkotika dengan hukuman minimal 12 tahun penjara. [lia]

Source: www.merdeka.com