Nasional | December 29, 2017 at 02:10 AM post by Mimsy (view 168)

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan petani lokal di Aceh, merubah lahan pertanian ganja menjadi tanaman produktif. Hal itu diungkapkan Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso, di hadapan Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, saat melakukan pemusnahan barang bukti narkotika selama kurun waktu Oktober hingga Desember 2017. Bersama Dit Pidana Narkotika Bareskrim Polri, BNN dan Polda Metro Jaya.

"Ganja yang kami musnahkan hari ini sebesar 647,13 kilogram, pak Menko ganja ini rata-rata berasal dari Aceh. Kita sudah memulai dengan mengajak petani di sana merubah menjadi tanaman produktif," kata Waseso di Garbage Plant Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Kamis (28/12).

Penanaman tanaman produktif di lahan bekas perkebunan ganja di Aceh itu, lanjut dia, sudah dimulai BNN bersama Kementerian Pertanian, Pemda dan Petani lokal pada (22/12), kemarin.

"22 Desember lalu kita melakukan penanaman perdana tanaman produktif di lahan bekas tanaman ganja," sebutnya.

Tanaman produktif dimaksud berupa, jagung dan padi yang bisa tumbuh subur di lahan-lahan bekas ganja tersebut.

"Ini juga sekaligus mendukung program Bapak Presiden dalam pemenuhan pangan menuju swasembada pangan," kata mantan Kabareskrim itu.

Upaya ini diharapkan akan terus berjalan dengan baik dan menjadi program nasional yang mampu mensejahterakan petani di daerah.

"22 Desember lalu kita melakukan penanaman perdana bekas tanaman ganja dengan tanaman produktif jagung dan padi. Sekaligus mendukung program presiden dalam pemenuhan pangan. Mudah-udahan ini akan menjadi program nasional," ucapnya.

Pada hari ini, BNN bersama Dit Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya memusnahkan 453,56kg shabu-shabu, 712.116 butir pil ekstasi, 647,13 kg ganja, 10 ribu butir happy five, 100 gram ketamine, 69,78kg daun kathinone dan 1 juta tablet PCC. Hasil barang bukti tersebut, merupakan penindakan aparat gabungan selama Oktober hingga akhir Desember 2017 ini. [rzk]

Source: www.merdeka.com