Teknologi | December 30, 2017 at 02:10 PM post by Mimsy (view 1068)

Laporan Wartawan Tribun Manado Arthur Rompis

BITUNG, TRIBUN - Jumlah penumpang kapal Pelni di pelabuhan Bitung pada natal dan tahun baru kali ini turun drastis dibanding tahun lalu.

Sejumlah kapal berangkat dengan ratusan seat kosong.

Bahkan KM Sangiang yang berangkat Kamis (28/12) hanya membawa lima penumpang.

Penumpang Menurun Drastis

Hal tersebut berbeda dengan natal tahun lalu dan idul fitri dimana kapal itu penuh sesak.

KM Doloronda yang berangkat Jumat (29/12) pagi hanya membawa 447 penumpang dari kapasitas 1000 penumpang.

Sedang penumpang KM Labobar yang berangkat Minggu (24/12) hanya membawa 551 penumpang.

Sehari sebelumnya KM Tilongkabila bertolak dengan membawa 429 penumpang dari 1000 lebih kapasitas kapal.

Sudardji Kepala Operasional PT Pelni Bitung mengakui terjadi penurunan jumlah penumpang. "Memang agak menurun," kata dia.

Mengenai besar penurunan, ia belum merinci dengan alasan pihak PT Pelni masih melakukan perhitungan.

Ungkap Sudardji, indikasi penurunan itu nampak di dua travel yang menjual tiket kapal. "Dua travel itu sepi sekali, bandingkan di Balikpapan, dimana ada 22 travel dan semuanya ramai," ujar dia.

Supardji enggan menduga - duga penyebab menurunnya penumpang. Ia membantah karena alasan keamanan dan kenyamanan. "Pelayanan kapal sekarang sudah lebih baik," kata dia.

Dia menduga penumpang bakal banyak pada awal Januari saat arus balik.

Junaidi, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan kala meninjau pelabuhan Bitung pada Sabtu (23/12) juga mengakui adanya penurunan jumlah penumpang. "Memang masih sepi," kata dia.

Meski demikian, ia menjamin Pelni tetap menyiapkan pelayanan terbaik.

Data yang diperoleh Tribun, jumlah penumpang yang berangkat di pelabuhan Bitung berjumlah 4111 orang.

Tidak Nyaman

Keadaan di terminal penumpang pelabuhan bitung yang sepi terbalik dengan di pelabuhan udara Samratulangi yang super padat.

Sejumlah warga mengaku lebih memilih memakai pesawat dikarenakan lebih nyaman serta aman. "Kalau di kapal kotor
selain itu masih banyak copetnya," kata Theresia warga Minut.

Linda Mangowal warga lainnya mengeluhkan suhu kapal yang panas di kelas ekonomi.

Dikatakan Linda, penumpang yang banyak akan membuat suhu kapal kian panas. "AC tidak mampu, kita mandi keringat," kata dia.

Source: manado.tribunnews.com