Manca Negara | December 30, 2017 at 03:10 PM post by Mimsy (view 155)

Merdeka.com - Juru bicara Komite Palang Merah Internasional Ralph El Hage dalam wawancara dengan Russia Today baru-baru ini mengatakan dunia harus bertindak karena kondisi kemanusiaan di Yaman yang kian parah. Jutaan warga Yaman tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar akibat perang yang berlangsung sejak 2015.

Arab Saudi dan pasukan koalisinya menggempur Yaman sejak Maret 2015 untuk mendukung pemerintah melawan pemberontak Huthi. Konflik ini sudah merenggut ribuan nyawa.

"Kondisi kemanusiaan di Yaman sangat mengkhawatirkan meski sebagian bantuan kemanusiaan bisa mencapai Kota pelabuhan Hodeidah, tapi itu tidak cukup," kata dia, seperti dilansir laman Russia Today, Kamis (28/12).

"Saat ini kita bicara tentang hampir 18 juta warga yang butuh bantuan kemanusiaan, baik itu obat-obatan, makanan, dan air bersih. Sayangnya, makan dan obat kian melonjak harganya hingga tidak terjangkau. Ini terutama akibat blokade (Saudi)," kata Ralph.

Dia juga menuturkan hampir satu juta rakyat Yaman terkena penyakit kolera dan penyakit lainnya yang menyebar.

"Lagi-lagi ini karena obat dan kebutuhan medis yang sangat langka di Sana'a, Taiz, Aden, dan semua kota besar di Yaman."

Selanjutnya Ralph menekankan, apa yang terjadi saat ini di Yaman adalah warga tidak bisa mendapat makanan, karena harga menjulang. Dari sisi sejarah, Yaman adalah masih negara termiskin di Timur Tengah.

Kondisi kemanusiaan di Yaman, kata Ralp, semakin hari kian parah. Dunia harus segera bertindak, jika tidak, ribuan bahkan jutaan orang bakal membutuhkan bantuan kemanusiaan dan mereka tidak akan mampu memberi makan anak-anak, keluarga, dan kebutuhan dasar lainnya.

"Dampak dari situasi saat ini di Yaman adalah sekitar 20 orang, baik pria, wanita, anak-anak, meninggal setiap hari karena mereka tidak mampu membeli obat atau mempunyai jaminan kesehatan untuk mengobati sakit," ungkap Ralph. [pan]

Source: www.merdeka.com