Sekitar Manado | June 19, 2017 at 06:06 PM post by Mimsy (view 91)

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

LOLAK - Pasar senggol di Lolak tampak sepi, Senin (19/6). Pera pedagang banyak yang hanya duduk, tak melayani pembeli.

Memang ada beberapa pembeli yang lalu lalang, namun itu hanya bisa dihitung jari. Sesuai namanya pasar senggol, yang harusnya orang-orang bersenggolan saat berbelanja, namun itu tak dirasakan pedagang di tahun ini.

"Sepi sekali tahun ini," ujar Misna, pedagang asal Amurang, Minahasa Selatan. Misna tampak hanya duduk-duduk saja di samping dagangannya.

Misna menjual pakaian anak-anak hingga dewasa. Wajah Misna memang tampak lesu. Tahun lalu baru satu dua hari buka, sudah ramai. Sudah hari begini, masih sepi," ujarnya.

Misna membuka lapaknya pada Sabtu malam. Hari pertama buka, ia dapat Rp 6 juta dalam semalam. Namun setelah itu, penjualan menurun.

"Hanya malam itu yang Rp 4 juta. Setelah itu yah hanya ratusan. Biasanya seminggu sebelum ramadan, sudah ramai. Tapi ini sepi sekali," ucapnya.

Ini sudah tahun ketiga Misna jualan di pasar ini. Tahun ini tahun kedua Aras, penjual asal Kawangkoan, berjuala di pasar senggol Lolak. Tahun ini ia merasa sangat kurang.

"Tahun lalu saya dapat Rp 40 juta selama sepuluh hari. Tapi ini, aduh sehari hanya ratusan ribu. Sangat jauh. Tahun ini payah," ucapnya terlihat lesu.

Namun pedagang di pasar ini masih tetap berharap, dagangan akan laku jelang ramadan ini. Di satu hingga dua hari sebelum lebaran, mereka tetap berharap warga akan menyerbu pasar senggol ini.

Pantauan Tribun, Senin kemarin pasar ini sepi. Pedagang lebih banyak duduk, tak melayani pembeli. Hanya ada beberapa warga yang melihat-lihat dagangan.

Baju, sepatu, aksesoris, perabotan dan alat lainnya berjejer di pasar ini. Pasar senggol Lolak berlokasi di kawasan pasar tradisional di pusat kota ini. Tenda memanjang berdiri di tengah jalan. (fin)

Source: manado.tribunnews.com