Nasional | December 31, 2017 at 04:10 PM post by Mimsy (view 64)

Merdeka.com - Direktur Cultural Islamic Academy Husein Ja'far Al Hadar menegaskan, pertikaian yang terjadi di Palestina dan Yaman bukan konflik agama melainkan konflik politik. Pertanyaan itu ditegaskannya dalam talkshow Refleksi Akhir Tahun Tragedi Kemanusiaan di Palestina dan Yaman.

"Konflik Palestina termasuk Yaman sama sekali bukan konflik agama," kata Hesein di Gedung Serba Guna Kompleks Perumahan DPR, Sabtu (30/12).

Husein mengklaim tahu betul apa yang menyebabkan Palestina dan Israel bertikai tiada henti. Demikian juga aksi saling serang antara Yaman dan Arab Saudi. Dia menyebut, dalang dari konflik tersebut adalah Amerika Serikat dan Arab Saudi. Amerika sengaja memanfaatkan Arab Saudi untuk mengacaukan Yaman dan Palestina.

"Mereka belum tahu Amerika Serikat adalah sekutu Arab Saudi di Timur Tengah," ujarnya.

Husein menuturkan, banyak orang yang belum mengetahui fakta kependudukan di Palestina dan Israel. Menurutnya, 50 persen penduduk di Palestina adalah Yahudi, 20 persen lainnya warga Arab Saudi. Sementara di Israel, kata dia, 80 persen penduduknya beragama Islam.

"Jadi yang terjadi di sana adalah politisasi agama dan ras yang paling mengerikan abad ini," ujar dia.

Senada dengan Husein, Amnesti Internasional, Raafi Nurkarim mengatakan, Arab Saudi berkoalisi dengan Amerika Serikat untuk menghancurkan Timur Tengah. Ini ditandai dengan pengeboman bertubi-tubi di Yaman yang dilakukan Arab Saudi dengan bantuan Amerika.

"Secara hubungan power to power agak absolut. Amerika berkoalisi dengan Arab dan Israel sementara Yaman seolah ditinggalkan," kata Raafi.

Raafi menuturkan, semakin hari tindakan represif Israel terhadap Palestina kian menjadi. Tidak hanya terus menghabisi nyawa masyarakat sipil, Israel mulai membatasi suplai air untuk Palestina.

"Suplai air hujan bakal dibatasi oleh otoritas Israel. Mereka punya kekuatan keamanan. Mereka bisa masuk ke wilayah Palestina yang memiliki fasilitas penampungan air. Jika ditemukan penampungan air dimusnahkan," kata Raafi. [lia]

Source: www.merdeka.com