Manca Negara | December 31, 2017 at 04:10 PM post by Mimsy (view 138)

Merdeka.com - Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) menyatakan berhasil membekuk seorang pelaku pengeboman di sebuah pasar di kawasan Perekrestok, Negara Bagian St. Petersburgh, terjadi pada Rabu lalu. Menurut mereka, tersangka diduga berperan seorang diri sebagai peracik peledak dan pelaksana lapangan.

FSB sampai saat ini masih merahasiakan identitas tersangka, dilansir dari laman BBC, Minggu (31/12). Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim menjadi dalang serangan bom itu.

Menurut aparat keamanan Rusia, bom itu diracik menggunakan perangkat khusus, berdaya ledak setara dengan 200 gram TNT. Bom itu dimasukkan ke dalam tas ransel yang disembunyikan di dalam loker yang kerap dipakai pengunjung pasar menyimpan tas mereka. Sebanyak 13 pengunjung pasar terluka dalam insiden itu.

Presiden Vladimir Putin menyatakan insiden itu sebagai aksi teror, dan membuatnya meneken keputusan presiden baru menyatakan teroris diganjar dengan hukuman lebih keras.

Jika benar ISIS adalah dalang di balik insiden itu, maka diduga hal itu menjadi aksi balas dendam mereka atas keterlibatan Rusia yang memerangi kelompok itu di Suriah.

ISIS juga banyak merekrut petempur dari negeri beruang merah dan bekas jajahan Uni Soviet. Setelah kelompok itu tercerai berai, sisa-sisa pengikutnya dikhawatirkan menyusup dan pulang ke Rusia, serta menggelar serangan teror secara acak. [ary]

Source: www.merdeka.com