Nasional | December 31, 2017 at 05:10 PM post by Mimsy (view 137)

Merdeka.com - Mobil pengikut aliran Tahjul Khalwatiyah dirusak oleh warga Dusun Buttale'leng, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Jumat (29/12) kemarin siang. Mobil ini jadi sasaran amuk warga yang berjumlah sekitar 500-an orang karena menilai pengikut aliran Tahjul Khalwatiyah, sesat.

Aliran Tahjul Khalwatiyah dipimpin Bu'Nur (30). Ia yang mengaku khalifah bersama 13 orang lainnya tidak mau turun dari rumah panggung, rumah warga salah seorang pengikut aliran tersebut saat dikepung.

Untungnya polisi dari jajaran Polres jeneponto segera tiba di lokasi. Meskipun mobil sudah terlanjur rusak, namun jiwa belasan pengikut aliran yang dibawa Bu'Nur asal Kabupaten Gowa itu berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Mapolres Jeneponto yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari Dusun Buttale'leng.

Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto menjelaskan, sebenarnya aliran Tajhul Khalwatiyah yang dibawa Bu'Nur dari Gowa ini sudah ditetapkan oleh MUI Gowa sebagai aliran sesat. Kemudian yang bersangkutan membawa aliran ini masuk ke Kabupaten Jeneponto sejak 6 bulan lalu dan menyebarkan ke beberapa titik dusun-dusun di pelosok Kabupaten Jeneponto termasuk di Dusun Buttale'leng.

Awalnya, kata Hery Susanto, keberadaan pengikut aliran Tahjul Khalwatiyah ini masih diterima baik oleh warga desa karena masih bergabung salat fadhu dan salat Jumat di masjid. Namun lama-kelamaan pengikut yang berjumlah sekitar 50-an orang itu memisahkan diri. Mereka kerap berkumpul dan salat sembunyi-sembunyi di rumah warga pengikutnya.

Dari keterangan warga, cara salat pengikut Tahjul Khalwatiyah itu berbeda dengan umat Islam pada umumnya. Tiap gerakan salatnya sangat cepat. Mewajibkan salat Jumat bagi perempuan dan bagi yang menjadi pengikuti diiming-imingkan harta karun Soeharto oleh Bu'Nur yang mengaku sebagai khalifah. Karena di desa rata-rata petani miskin, mereka mudah tergiur iming-iming dan akhirnya memilih jadi pengikut aliran tersebut.

Ironisnya, tambah Hery Susanto, setelah dinyatakan aliran sesat di kampungnya sendiri, Bu'Nur ini kemudian bergeser ke Kabupaten Jeneponto bahkan termasuk di Kabupaten Takalar yang tidak jauh dari Kabupaten Gowa. Yang disasar adalah warga di pelosok-pelosok desa. Oleh MUI Jeneponto sendiri, tambahnya, juga telah keluarkan keputusan bahwa aliran tersebut adalah sesat.

"Saat warga pengikut aliran ini mulai menutup diri dan memisahkan diri, akhirnya memuncaklah amarah warga Jumat kemarin. Mereka merasa telah dipisahkan dengan saudara-saudaranya sendiri. Saat warga sudah pulang Sholat Jumat dan menemukan pengikut aliran Tahjul Kalwatiyah itu Sholat Jumat sendiri secara sembunyi-sembunyi di rumah warga akhirnya rumah itu dikepung. Dipaksa turun dari rumah namun tidak juga turun akhirnya mobil salah seorang pengikut itulah yang dihancurkan," kata AKBP Hery Susanto saat dikonfirmasi, Sabtu (30/12).

Bu'Nur dan pengikutnya ini kemudian dievakuasi ke Mapolres Jeneponto. Mereka kemudian diberi pengarahan, diambil keterangannya dan dikembalikan ke kampungnya di Kabupaten Gowa. [gil]

Source: www.merdeka.com