Sekitar Manado | January 13, 2018 at 02:10 AM post by Mimsy (view 540)

TRIBUNMANADO.CO.ID - M Taufik (27) tampak masih terbaring lemah di sebuah ranjang di Ruang Dahlia F RSUD Waled Kabupaten Cirebon, Senin (8/1/2018) lalu.

Warga Desa Babakanlosari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, itu mengenakan kaus hitam dan tangan kirinya tampak terborgol.

Saat ditanya mengenai keadaannya, Taufik mengaku sudah merasa lebih baik.

Namun, Taufik masih terasa lemas, mual, pusing, dan sakit di bagian perutnya.

"Sudah tidak muntah-muntah lagi," ujar Taufik Ruang Dahlia F RSUD Waled Kabupaten Cirebon, Senin (8/1/2018) lalu.

Tribun Jabar mencoba berbincang dengan Taufik mengenai alasan hingga nekat menenggak racun tikus bersama anaknya.

Dengan suara yang terdengar pelan, Taufik mengatakan, tidak meminta dikirim uang saat menelepon istrinya, Karis (25), yang bekerja di Riau.

Ia justeru meminta agar istrinya agar cepat pulang dan kembali berkumpul bersamanya.

"Saya suruh pulang tidak mau, malah membentak," kata Taufik.

Ia menginginkan istrinya kembali mengurus anaknya yang masih berusia 14 bulan itu.

Karis sudah bekerja di Riau selama hampir tiga bulan. Ia diajak oleh seorang temannya.

Selain itu, pekerjaan yang dijalani Karis dianggap tidak pantas oleh Taufik.

Kepada Taufik, Karis mengaku bekerja di sebuah tempat makan ternama.

"Tapi lihat postingan Facebook miliknya itu di hotel dan diskotek terus," ujar Taufik.

Apa yang disampaikan Taufik ada benarnya.

Akun Facebook istrinya, Karista, tak jauh dari hal-hal glamor yang berbau kenikmatan duniawi.

Akun Karista itu seringkali memamerkan barang-barang bermerek, minuman beralkohol, dan setumpuk uang tunai.

Karista juga tak jarang mengunggah foto dengan pakaian terbuka dan sebatang rokok terselip di jarinya.

Foto-foto pernikahan Taufik dan Karis juga diunggah ke akun Karista.

Berdasarkan unggahan foto tersebut, keduanya menikah pada 25 Mei 2015.

Taufik yang wajahnya dipenuhi tato tampak gagah mengenakan setelan hitam lengkap dengan kopeah hitam.

Sementara, Karis tampak cantik dalam balutan gaun putih lengkap dengan hijabnya.

Sesekali tampak foto keluarga kecil mereka dan menandai akun Opik Disorder dan Kaisar Disorder.

Diduga akun tersebut merupakan milik Taufik dan Kaisar.

Saat awal-awal bekerja di Riau, Karis masih mengiriminya uang untuk membeli kebutuhan Kaisar, yakni susu dan popok.

Namun, Taufik meminta Karis berhenti mengiriminya uang.

Pasalnya, uang yang dikirimi Karis dinilai haram oleh Taufik.

Ia tak mau anaknya meminum susu dari hasil uang haram tersebut.

"Saya cuma minta dia pulang untuk mengurus anak. Kasihan anak masih menyusu ditinggal pergi," kata Taufik.

Sambil bercerita sesekali Taufik tampak mengusap air matanya.

Ucapannya pun terdengar putus-putus. Badannya tampak gemetar.

Tangan kanannya terlihat meremas kaus di bagian dadanya.

Taufik sendiri bukan tidak mau mengurusi anaknya.

Setiap harinya ia harus berjualan pulsa di konter dekat rumahnya.

Selain itu, Taufik juga tak jarang menjadi kuli bangunan dan mengamen.

"Kalau buat beli susu anak cukup dari situ," ujar Taufik sambil mengusap sudut matanya.

Ia merasa tak enak jika harus menitipkan Kaisar ke orang tua Karis.

Pasalnya, Karis memiliki adik yang berusia 2 tahun dan masih diasuh ibunya.

Ia tak tega saat melihat mertuanya mengurusi dua balita sekaligus.

Taufik pun memilih mengurus Kaisar seorang diri sejak usianya belum genap setahun.

Kini, Aden (panggilan sayang Taufik ke Kaisar) telah tiada.

Aden mengembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (6/1/2018) kira-kira pukul 16.35 WIB.

Ia sangat menyesal sudah mencampur racun tikus ke dalam susu Aden.

Padahal, Taufik sangat menyayangi Aden lebih dari apapun.

Setiap hari, sejak bangun hingga kembali tidur, Aden tak pernah lepas dari sisi Taufik.

Ditinggal sesaat sekadar untuk mencuci, Aden langsung menangis.

Aden seolah tak mau dari ayahnya.

"Dari makan, tidur, sampai ke kamar mandi juga maunya ditemani saya," ujar Taufik.

Ada satu hal yang sangat disesalkan oleh Taufik.

Mengapa istrinya sampai mengucapkan, "kalau mau mati, ya mati aja."

Padahal ia meminta baik-baik agar Karis kembali pulang ke Cirebon.

"Saya bilang ke dia, kalau sudah tidak sayang anak dan suami, saya sama Aden mau mati saja minum racun," kata Taufik.

Kata-kata dari sang istri saat ditelepon Taufik pada Sabtu (6/1/2018) itu membuatnya gelap mata.

Ia pun langsung menjual ponselnya untuk membeli racun tikus.

Tak butuh waktu lama ia meminum racun tikus yang dicampur dengan air kemasan.

Tepat setelah Aden meminum susu yang dicampur racun tikus.

Tangis Taufik yang tampak semakin deras membuat Tribun Jabar segera menyudahi obrolan.

Selain itu, petugas RSUD Waled Kabupaten sedari tadi sudah meminta untuk mengakhiri percakapan.

Di sudut ruangan Taufik dirawat tampak seorang pria yang mengenakan seragam polisi yang menjaganya.

Di bahunya tampak sebuah balok dengan tiga garis sudut, menandakan pangkatnya Bripka.

Ia tampak mengawasi setiap orang yang datang menemui Taufik.

Besarnya rasa sayang Taufik kepada Aden diakui kerabatnya.

Widiawati (42), bibinya, mengakui Taufik benar-benar tidak tega saat harus meninggalkan Aden.

Ia rela bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari anaknya.

"Dari jaga konter hp, kuli bangunan, sampai ngamen dijalaninya," kata Widiawati.

Ia mengatakan, saat kondisi rumahnya sepi Taufik rela memilih berdiam diri bersama Aden.

Ketika seorang kerabatnya datang, barulah Taufik berani meninggalkan rumah untuk bekerja.

Itupun Aden harus ditidurkan terlebih dahulu.

Jika tidak Aden akan menangis keras saat melihat ayahnya pergi.

"Pas bangun juga nyari ayahnya dulu mana," kata Widiawati.

Ibarat nasi sudah menjadi bubur, Taufik pun hanya bisa menanti proses hukum di depan matanya.

(Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi)

Source: manado.tribunnews.com