Hiburan | February 02, 2018 at 10:10 PM post by Mimsy (view 1361)

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai tersangka. Zumi diduga turut terlibat atas penerimaan suap sejumlah proyek di Provinsi Jambi.

"KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka yaitu ZZ (Zumi Zola) dan ARN (Arfan) atas indikasi dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lainnya," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat melakukan konferensi pers di gedung KPK, Jumat (2/2).

Basaria menyebut bahwa penerimaan hadiah yang diterima oleh Zumi Zola dilakukan dalam kurun waktu selama dirinya menjabat sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021. Total dugaan penerimaan suap oleh Zumi Zola yakni sekitar Rp 6 miliar.

Keduanya disangka melanggar pasal 12B atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

KPK juga melakukan penyitaan berupa uang dalam bentuk pecahan Rupiah dan Dollar Amerika yang disita saat melakukan penggeledahan di rumah dinas Gubernur Jambi, Vila milik Zumi Zola di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan rumah seorang saksi di kota Jambi.

"KPK juga menyita sebuah dokumen dari kegiatan penggeledahan tersebut," ujar Basaria.

Sebelumnya dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Pihak diduga sebagai pemberi suap yakni pelaksana tugas Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Erwan Malik dan Asisten Daerah III Provinsi Jambi, Saipudin serta pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, Arfan.

Sementara itu, tiga diantaranya telah dilimpahkan penyidik ke penuntut umum untuk dilakukan pemberkasan dakwaan dan segera disidangkan. Ketiga tersangka tersebut adalah Plt Sekda Jambi, Erwan Malik, Asisten Daerah III Jambi, Saipudin, dan Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, Arfan. [fik]

Source: www.merdeka.com