Teknologi | February 07, 2018 at 04:10 PM post by Mimsy (view 928)

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempolisikan pengacara Setya Novanto yaitu Firman Wijaya, ke Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (6/2). Hal itu dilakukan oleh SBY sapaan akrabnya karena geram atas tuduhan yang dilontarkan oleh Firman beberapa pekan lalu, usai sidang e-KTP dengan saksi Marwan Amir.

Selain itu, dirinya juga kesal dengan Firman karena nama anak keduanya Edhie Baskoro (Ibas) masuk dalam catatan mega korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto. Dengan adanya laporan tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian enggan untuk memberikan komentar terkait laporan yang dibuat Presiden RI ke-6 terhadap Firman Wijaya.

"Saya enggak usah komen dulu masalah itu, ntar panjang lagi," kata Tito usai melakukan silaturahmi ke guru besar majelis taklim Al'Afaf Habib Ali bin Abdurrahman As'Segaf yang sedang sakit, Tebet Utara, Jakarta Selatan, Rabu (7/2).

Namun, dirinya memastikan bahwa anak buahnya yang berada di Bareskrim Polri, akan tetap memproses laporan yang memang sudah diterima oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pada Selasa (6/2) sore kemarin.

"Kita tangani saja secara proporsional masalah itu," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono sambangi Bareskrim Polri, di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat. Kedatangannya itu untuk melaporkan Firman Wijaya terkait pencemaran nama baik terhadap dirinya.

Dalam laporan yang dibuat oleh SBY sapaan akrabnya ini tercatat dalam nomor LP/187/II/2018/Bareskrim, tanggal 6 Februari 2018. Karena dia melaporkan Firman selain karena telah mencemarkan nama baik, dirinya dianggap telah difitnah oleh Firman.

"Saya sebagai warga negara yang menaati hukum tetapi juga ingin mencari keadilan secara resmi melaporkan sodara Firman Wijaya yang saya nilai telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik saya berkaitan dengan permasalahan e-KTP selebihnya saya serahkan kepada Tuhan maha kuasa Allah SWT," kata SBY usai membuat laporan di Kantor Bareskrim di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (6/2).

Firman dilaporkan dengan sangkaan melakukan dugaan tindak pidana memfitnah dan mencemarkan nama baik di depan publik, baik melalui media elektronik maupun media online sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 ayat (1) jo Pasal 311 KUHP jo Pasal 27 ayat (3) undang-undang nomor 11 tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara atas kesaksian Mirwan Amir dan pernyataan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, terkait kasus korupsi proyek e-KTP. SBY merasa difitnah atas kesaksian Mirwan dan pernyataan Firman Wijaya.

"Seolah-olah yang melakukan intervensi terhadap e-KTP. Seolah-olah lagi-lagi menurut mereka saya mengatur dan terlibat dalam proyek e-KTP," kata SBY dalam jumpa pers di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (6/2).

Presiden ke-6 RI ini menilai persidangan Setya Novanto dengan saksi yang dihadirkan Mirwan Amir aneh. "Kita saksikan dalam sebuah persidangan yang sebenarnya sedang menyidangkan tersangka Setya Novanto tiba-tiba ada percakapan pengacara Firman Wijaya dan saksi Mirwan Amir, yang aneh, tidak nyambung, tiba-tiba menurut saya penuh nuansa rekayasa," katanya. [eko]

Source: www.merdeka.com