Teknologi | February 07, 2018 at 05:10 PM post by Mimsy (view 963)

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan dan kebudayaan 2018 bisa membuat Indonesia lebih maju di bidang teknologi dalam 19 tahun ke depan. Dia mengingatkan kepada para peserta yang terdiri dari satuan kerja di lingkungan Kemendikbud, dinas pendidikan provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia lebih melihat ke depan untuk membuat maju Indonesia dalam bidang teknologi.

"Sehingga saya harapkan dalam pertemuan ini para pemangku kepentingan, mari kita melihat apa yang terjadi di Indonesia ini atau di dunia dengan 19 tahun yang akan datang," kata JK ketika memberikan sambutan di depan para peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 dengan tema 'Menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan' di Pusdiklat Kemendikbud, Serua, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (7/2).

Dia mengingatkan jangan mengingat soal teknologi dan pendidikan masa lalu. Yang harus dibicarakan kata JK, sebaiknya bagaimana ilmu bisa berkembang dan ilmu apa yang bisa diajarkan kepada anak-anak.

"Apa yang mesti di-upgrading kepada guru. Sekolah macam-macam mana yang harus dibentuk, jadi mari kita berbicara ke depan," kata JK.

Kemudian dia juga mengatakan soal kurikulum di sistem pendidikan Indonesia yang yang selalu berganti setiap pergantian menteri. Dia mengatakan seharusnya kurikulum harus dinamis.

"Mengenai kurikulum, sering ada semacam sinisme yang mengatakan ganti menteri ganti kurikulum. Kurikulum itu memang suatu yang dinamis karena ilmu di dunia ini dinamis," tambah JK.

Dia menjelaskan perkembangan dunia sangat cepat, oleh karena itu pendidikan juga harus sesuai dengan kurikulum yang baru.

"Kalau tidak dibuat kurikulum baru katakan lah juga sistem IT yang baik, kita akan ditinggal. Begitu juga sistem yang lain, tapi tentu menteri juga punya waktu yang di mana bisa dievaluasi karena itu juga memakan biaya besar," ungkap JK.

Dia menjelaskan perlu ada inovasi dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. JK menilai inovasi akan meningkatkan keterampilan peserta didik. "Yakin lah bahwa pola mendorong inovasi, pola untuk meningkatkan skill. Dua-duanya penting. Karena inovasi membutuhkan skill, inovasi berpikir di depan mata skill-nya. Itu lah kenapa pendidikan itu penyebabnya," tegas JK. [bal]

Source: www.merdeka.com